Selamat Tinggal Asisten Dapur

Selamat Tinggal Asisten Dapur

Sudah empat tahun saya banting tulang sebagai asisten dapur di restoran ternama di Bali. Dulu sih saya melamar jadi koki, bukan jadi asisten dapur. Namun kebijakan restoran menyatakan saya harus jadi asisten dapur dulu. Kala itu si Bos menjanjikan saya bisa jadi koki di restoran setelah dua tahun mengabdi sebagai asisten dapur. Tapi entah mengapa sampai kini saya masih tetap saja menjadi asisten dapur.

Sebagai asisten dapur, apa sih yang bisa dibanggakan? Selain hanya menuruti perintah sang koki, pekerjaan saya ini hanya berurusan dengan sampah dapur. Pendapatan yang saya terima pun tidak seberapa. Boro-boro bisa ngirim sedikit uang untuk ibu di kampung, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja terlalu pas-pasan kok.

Beruntung sekali saya bisa menemukan situs ini, Gelang Kecubung karya Mbak Hidayah ini praktis digunakan. Tampilannya sih simpel, sederhana, tapi khasiatnya itu lho. Semenjak saya memakai Gelang Kecubung ini keberuntungan demi keberuntungan selalu datang menghampiri saya. Asal kalian tahu saja ya, dua minggu yang lalu saya sudah diangkat jadi koki kelas 2. Melewati strata koki kelas 3. Hebat kan?

Wayan Surendra, Gianyar Bali