Selamat Dari Kecelakaan Maut

Selamat Dari Kecelakaan Maut

Jika saat itu Allah tidak menolong saya, mungkin hari ini saya tidak bisa menuliskan kesaksian saya untuk Anda. Hari itu saya berencana pulang menggunakan bus. Saat bus melintasi sebuah turunan tajam di kawasan Cemoro Sewu terasa ada yang aneh dengan laju bus yang kami tumpangi. Bus oleng kesana kemari seolah tak ingin dikendalikan sang supir. Semua orang berteriak-teriak tak karuan. Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana kejadiannya karena semuanya berlangsung begitu cepat.

Ketika saya tersadar. Saya merasakan pusing yang teramat sangat sebelum akhirnya saya mengingat bahwa kami baru saja mengalami kecelakaan. Saya melihat banyak sekali orang yang berkerumun, saya sendiri sudah tergeletak di tepi jalan. Mengetahui saya bisa membuka mata, ada yang berteriak namun saya tidak tahu persis kalimat yang diucapkannya.

Setelah itu saya diajak bicara, ada yang menanyakan kondisi saya, ada yang memberikan saya minum, ada pula yang memcoba membantu saya bergerak. Mereka membantu saya menggerakkan tangan, awalnya memang terasa agak kaku dan sakit, namun akhirnya saya bisa menggerakkan tangan saya sendiri. Lalu saya meraba wajah, kepala. Saya merasa semuanya baik-baik saja. kemudian saya mulai menggerakkan kaki, dan ternyata tidak ada masalah.

Sayapun mengambil posisi duduk sembari minum air yang diberikan warga. Setelah mengambil posisi duduk, jelas sekali terlihat bus yang saya tumpangi terguling ke jurang dikerumuni warga yang ingin menolong. Sesaat kemudian datanglah polisi serta petugas rumah sakit yang mengevakuasi korban kecelakaan.

Yang aneh adalah, persis di samping saya ada butiran-butiran ungu yang saya yakini adalah Gelang Kecubung yang selalu saya jadikan gelang di tangan kanan saya. Saya sendiri tidak tahu mengapa saya bisa ada di tepi jalan ini, apakah karena diangkat warga yang menolong saya ataukah saya terlempar saat bus terjun ke jurang, saya tidak tahu. Hanya Allah yang tahu.

Satu hal yang saya yakini adalah, Allah telah menyelamatkan saya melalui Gelang Kecubung pemberian Mbak Hidayah ini. Jadi selain ingin berbagi kisah, melalui kesaksian ini saya juga ingin mengucapkan terimakasih yang mendalah terhadap Mbak Hidayah.

Zainuri, Magetan