Gelang Kecubung Menghantarkan Saya Jadi Seorang Manager

Gelang Kecubung Menghantarkan Saya Jadi Seorang Manager

Betapa beruntungnya saya bisa memiliki Gelang Kecubung ini. Saya ini termasuk karyawan yang rajin di kantor saya. Setiap hari saya selalu datang lebih awal dari karyawan lainnya, Saya juga sering lembur untuk mengerjakan tugas esok hari atau sekedar membantu menyelesaikan pekerjaan manager saya. Hal ini saya lakukan untuk mempermudah tugas manager saya dalam menggarap laporan mingguan dan bulanan.

Sayang sekali, sang manager yang saya bantu tidak melihat hasil kerja keras saya. Beliau justru merekomendasikan Bowo (rekan kerja saya) sebagai manager baru di kantor. Dan sialnya, sejak dulu saya sering bersitegang dengan Bowo karena kinerjanya yang super lelet. Eh malah dia yang direkomendasikan. Setelah saya telusuri, ternyata si Bowo itu adalah sepupu jauh manager saya. Pantas saja dia yang direkomendasikan. Rekan sekantor lainnya pun tidak setuju jika Bowo yang dijadikan manager, tapi apadaya, kami hanya karyawan biasa yang tidak memiliki wewenang untuk menentang hal itu.

Lucunya, kami sepakat menggagalkan pengangkatan Bowo minggu depan dengan melakukan ritual dari mbah Jangkung. Setiap malam dalam seminggu kami membasuh kaki kami dengan air kembang tujuh rupa dengan membaca mantra khusus kemudia air bekas cucian kaki kami diminumkan kepada Bowo. Kami meminta bantuan OB untuk melakukan hal ini. Sayang, ritual kami ini gagal. Bowo tetap diangkat jadi manager.

Dua bulan sudah kami bekerja dibawah kepemimpinan Bowo. Seolah kerja rodi jadinya. Bayangkan saja, siang malam kami dipaksa mengerjakan pekerjaannya sedangkan dia malah sering tidak masuk kerja dengan santainya.

Kapok dengan cara mbah Jangkung, Sayapun mencoba mencari alternatif lain. Dapatlah saya Gelang Kecubung karya Mbak Hidayah. Tak seperti mbah Jangkung, Mbak Hidayah sama sekali tidak menyuruh saya untuk melakukan ritual apapun. Cukup hanya dengan mengenakan Gelang Kecubung saja, kejadian-kejadian ajaib mulai datang menghampiri saya.

Kejadian puncaknya terjadi saat GM melakukan inspeksi mendadak ke devisi kami. Pas sekali saat itu Bowo tidak berangkat namun absensinya tetap dicentang (dinilai berangkat). Seharian kami se-divisi disidang oleh GM yang akhirnya memutuskan pemecatan Bowo secara tidak hormat dari kantor. Pasti tahu dong gimana akhir ceritanya? Ya, sayalah yang ditunjuk sebagai manager baru. Keren kan?

Semoga saja dengan gelar manager yang saya sandang sekarang, dan dengan adanya Gelang Kecubung ini tidak membuat saya gelap mata untuk menyalahgunakan jabatan maupun khasiat Gelang Kecubung ini. Amin.

Totok, Barito Selatan, KalTeng