Bebas Dari Bully-an Cowok Keren

Bebas Dari Bully-an Cowok Keren

Dari kecil saya memang dikaruniai badan yang tambun. Selama ini saya merasa fine-fine saja dengan kondisi saya, toh saya juga tidak pernah mengalami masalah kesehatan atau masalah pergaulan yang cukup berarti.

Awal tahun pelajaran kemarin, saya mendapat kabar bahwa Rara – gadis tercantik di sekolah – menyukai saya. Awalnya saya tidak percaya bagaimana bisa gadis secantik dia menyukai saya. Ternyata itu bukan hanya kabar burung saja, Rara menyatakan cintanya pada saya di kantin sekolah. Saya pun menerimanya, toh siapa sih yang gak mau punya pacar secantik Rara?

Inilah awal petaka bagi saya. Banyak cowok yang dikategorikan keren seangkatan di sekolah mulai me-bully saya. Mereka tidak terima gadis secantik Rara pacaran dengan cowok tambun seperti saya. Setiap harinya saya pun mendapatkan berbagai macam bully-an. Memang sih mereka tidak melakukan kekerasan secara fisik, namun mereka sering melakukan aksi yang membuat saya jengkel dan malu. Disiram air got, ditaruh cicak atau kodok dalam tas saya, rambut saya ditempeli permen karet, banyak deh.

Pusing dengan sikap mereka saya pun mencoba memutuskan Rara biar semua masalah ini selesai. Tapi saya justru mendapatkan sebuah gelang ajaib darinya. Gelang ajaib? Emang ada? Walaupun ragu, saya tetap saja memakinya ke sekolah. Awalnya saya dikatain banci, masak cowok pakai gelang? Eh, benar-benar ajaib ternyata gelang pemberian Rara ini. Memang sih bully-an mereka tidak serta merta berhenti, namun satu per satu dari mereka malah beralih ke pihak saya.

Satu dari mereka sering menolong saya ketika saya di-bully yang lain, atau membocorkan rencara bully yang akan mereka lakukan. Perlahan namun pasti saya merasakan semua mulai berbuat baik kepada saya hingga akhirnya saya tidak pernah mendapat bully-an lagi. Cukup kaget rasanya ketika mereka mendaulat saya sebagai ketua perpisahan kelas XII, Tapi ogah ah, saya mau menikmati perpisahan putih abu-abu sebagai murid biasa saja, kehadiran Rara sudah cukup membuat saya menikmati malam perpisahan kemarin.

Yoga, Jaksel